coverLKTC (LEMBAGA KONSULTAN TRAINING CENTRE)

Adalah sebuah lembaga yang mengadakan Pendidikan dan Pelatihan, Workshop, Bimbingan Teknis, UJIAN sertifikasi pengadaan barang dan jasa pemerintah, In House Training dan Seminar bagi instansi pemerintah maupun swasta dengan didukung oleh para professional dari berbagai latar belakang disiplin ilmu serta pengalaman dibidangnya masing-masing.

Kami telah menangani dan mengadakan berbagai pelatihan dengan beragam tema terutama menyangkut manajemen keuangan, lingkungan, kesehatan, hukum, politik dan sertifikasi keahlian pengadaan barang dan jasa pemerintah untuk meningkatkan sumber daya pembangunan daerah khususnya kepada pemerintah daerah serta masyarakat umumnya. Di dalam pelaksanaan kegiatan, kami bekerja sama dengan berbagai instansi pemerintah dan swasta baik secara kelembagaan maupun non kelembagaan dalam arti didukung materi dan narasumber.

Maksud dan tujuan dari kegiatan lembaga kami adalah membantu program pemerintah dalam meningkatkan produktifitas SDM dan mensosialisasikan dan mensikronisasikan antara kebijakan pemerintah dengan dunia industri, begitupun sebaliknya pelaku industri dapat memberikan masukan dan kontribusi kepada pemerintah. LKTC didirikan untuk mengakomodir kebutuhan akan sumber daya manusia yang dapat bersaing dalam era globalisasi.

Persaingan di era globalisasi dan era modernisasi semakin tajam, oleh karena itu dibutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas dan professional yang dituntut untuk terus-menerus mengembangkan diri secara proaktif. Sehingga SDM perlu di menej secara optimal agar kuantitas dan kualitas yang ada dalam organisasi benar-benar sesuai dengan tuntutan kebutuhan dan dapat dijadikan sebagai asset organisasi dalam memenangkan persaingan global.
SDM yang diperlukan saat ini adalah SDM yang mengusai teknologi secara akurat, adaptif, dan responsive terhadap perubahan-perubahan teknologi. Dalam kondisi tersebut, integritas pribadi berperan penting dalam memenangkan persaingan. Untuk menjawab tantangan dan tuntutan tersebut, harus disiapkan tenaga kerja yang handal dalam berbagai bidang sesuai profesi masing-masing. SDM berkualitas tinggi adalah SDM yang mampu menciptakan, bukan saja nilai komparatif tetapi juga nilai kompetitif–generatif–inovatif dengan menggunakan energy tertinggi, seperti: intelligence, creativity, dan imagination. Dan bukan semata-mata menggunakan energy kasar, seperti bahan mentah, lahan, air, tenaga otot, dan sebagainya.
Pembentukan SDM yang handal di dalam institusi dimulai sejak proses seleksi–rekrutmen tenagakerja hingga yang bersangkutan dapat menjalankan tugas sesuai dengan fungsi dalam bidangnya masing-masing. Sebab, SDM adalah sumber yang berperan aktif terhadap jalannya suatu organisasi dalam proses pengambilan keputusan (decision making). Pengambilan keputusan oleh SDM yang baik menunjukkan kinerja dan kemampuan seseorang untuk menganalisis suatu masalah dalam lingkup kerja. Namun hal itu juga tidak terlepas dari kejelian dan ketepatan dalam proses penentuan seorang pegawai untuk berada dalam suatu pekerjaan dan jabatan tertentu. The right man on the right place, akan membawa suatu organisasi pada hasil kinerja yang maksimal dan mengurangi kesalahan-kesalahan dalam tugas atau pekerjaan.

Pengambilan keputusan telah menjadi bagian rutinitas dalam manajemen sehingga patut untuk lebih mengetahui tentang pengambilan keputusan itu, bagaimana kita sampai pada suatu keputusan, apakah keputusan itu, tingkatan-tingkatan, klasifikasi, dan jenis-jenisnya. Selain itu, perlu pula diketahui tentang teknik pengambilan keputusan, pendekatan (approach), metode, etika dalam pengambilan keputusan, peranan birokrasi dalam pengambilan keputusan, dan hubungan antara pengambilan keputusan dengan penyelesaiaan masalah (problem solving) dalam bentuk tata kelola/mangement dengan baik.
Manajemen adalah suatu proses atau kerangka kerja, yang melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang ke arah dan tujuan organisasional atau maksud-maksud yang nyata. Manajemen hanya merupakan alat untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Manajemen yang baik akan memudahkan terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan, dan masyarakat. Dengan manajemen, daya guna dan hasil guna unsur-unsur manajemen akan dapat ditingkatkan.
Seorang yang menjadi manajer akan mengambil alih kewajiban-kewajiban baru, yang seluruhnya bersifat “managerial”. Yang terpenting diantaranya adalah meniadakan kecenderungan untuk melaksanakan semua urusan secara sendiri-sendiri. Tugas-tugas operasioanal dicapai melalui usaha kerja para bawahan sang manajer. Pada hakikatnya, tugas seorang manajer adalah menggunakan usaha para bawahan secara berdayaguna. Namun jarang para manajer benar-benar memanfaatkan waktunya dengan pengelolaan dan pemanfaatan tenaga bawahannya, justru yang mereka lakukan adalah suatu pekerjaan yang non-manajemen. Sebagai cerminan dari definisi di atas, maka manajemen acapkali dihubungkan dengan suatu kelompok. Memang setiap orang mengurus urusannya secara sendiri-sendiri, tetapi acauan penting dalam manajemen adalah kepada usaha suatu kelompok. Usaha bersama -“cooperative endeavor”- adalah ungkapan lebih populer saat ini namun kerap kali terabaikan.
Oleh karena itu, SDM di suatu institusi ataupun organisasi perlu dikelola secara profesional agar terwujud keseimbangan antara kebutuhan karyawan dengan tuntuntan dan kemampuan organisasi institusi. Keseimbangan tersebut merupakan kunci utama institusi agar dapat berkembang secara produktif dan wajar.
Dengan pengaturan manajemen SDM secara profesional, diharapkan karyawan, staf dan pegawai dapat bekerja secara produktif, pengelolaan karyawan secara profesional ini harus dimulai sedini mungkin, sejak perekrutan karyawan, penyeleksian, pengklasifikasian, penempatan pegawai sesuai dengan kemampuan, keahlian, keterampilan, dan pengembangan kariernya.

Kesalahan akibat manajement yang keliru akan memberikan dampak sistemik terhadap kinerja para pegawai dan karyawan, sehingga mereka harus dibuat peka terhadap persoalan kepegawaian dan management kerja yang terjadi di institusi agar mereka dengan sendirinya dapat mengambil sikap untuk mengelola dan memajukan organisasi atau instansi. Kesadaran pegawai itu tentunya tidak dapat tumbuh dengan sendirinya, sehingga dibutuhkan pendidikan-pendidikan ataupun pelatihan-pelatihan untuk mendorong kesadaran staf
pegawai terhadap situasi dan kondisi kerja. Pembangunan kesadaran karyawan dan pegawai tidak hanya cukup dengan memediasinya dalam pendidikan teori semata tetapi dibutuhkan upaya-upaya konkrit untuk membangun kesadaran yang lebih maju yang dapat dilakukan dengan pengorganisasian dan management institusi.

 

BENTUK KEGIATAN

  • Kegiatan ini merupakan bentuk pelatihan management administrasi, personalia dan perlengkapan bagi para staf pegawai dan pejabat structural pada lingkup SDM.

 

BEBERAPA NAMA KEGIATAN BIMTEK :

  • BIDANG ASET DAERAH
  • BIDANG BENCANA ALAM
  • BIDANG BLU & BLUD
  • BIDANG KEARSIPAN
  • BIDANG KEHUMASAN & KOMUNIKASI
  • BIDANG KEPEGAWAIAN
  • BIDANG KEPENDUDUKAN
  • BIDANG KEUANGAN DAERAH
  • BIDANG LINGKUNGAN HIDUP
  • BIDANG PARIWISATA
  • BIDANG PEMERIKSAAN / PENGAWASAN APARATUR
  • BIDANG PEMERINTAH DAERAH
  • BIDANG PEMERINTAH DESA
  • BIDANG PENANAMAN MODAL
  • BIDANG PENGADAAN BARANG DAN JASA
  • BIDANG PERPAJAKAN
  • BIDANG PERSAMPAHAN
  • BIDANG PERTAMBANGAN
  • BIDANG SATUAN POLISI PAMONG PRAJA
  • BIDANG TATA RUANG KOTA
  • BIDANG UKM

 

TUJUAN KEGIATAN

  • Melalui kegiatan BIMTEK ini diharapkan mampu menjadi media edukasi, diskusi, transformasi, dan aspirasi para staf dan pegawai, serta dapat memberikan motivasi dalam mengelola SDM yang lebih baik secara bersama.

 

TARGET KEGIATAN

  • Target kegiatan yang diharapkan dari dilakukannya Bimbingan Teknis adalah sebagai berikut :
  • »» Memberikan pemahaman/penyadaran kepada para pegawai pada lingkup tugas dan fungsinya .
  • »» Meningkatkan efektifitas pegawai dalam memenej tata kelola administrasi personalia dan perlengkapan dengan baik.
  • »» Para staf pegawai dapat meningkatkan kinerja dalam rangka memajukan SDM